.. Seluruh Nafas Ini..
lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
saat ku tertatih tanpa kau di sini
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
jika memang dirimulah tulang rusukku
kau akan kembali pada tubuh ini
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini
kita telah lewati rasa yang telah mati
bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
tanpa kita mencari jalan untuk kembali
takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
di saatku tertatih (saat ku tertatih)
tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini
dan ini yang terakhir aku menyakitimu
ini yang terakhir aku meninggalkanmu
takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
ini yang terakhir dan ini yang terakhir
takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini
jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
untukmu seluruh nafas ini.
Sahabat Sejati...
Mengatakan yang Sesungguhnya
Sahabat sejati tidak akan sungkan mengatakan, "Berat badan kamu naik ya?" atau "Ada cabai di gigi kamu, bersihin dong!" Mengapa? Karena mereka melakukan itu tidak lebih untuk kebaikan Anda sendiri. Tidak jarang mereka menjadi alarm yang tidak berhenti memperingatkan Anda bahwa pria yang Anda sukai sebenarnya pria yang tidak baik dan tidak pantas untuk Anda.
Jengkel? Jangan lagi. Mereka tidak sedang menjatuhkan Anda. Mereka mengatakan hal yang sesungguhnya sekalipun terkesan menyakitkan du hati Anda. Mereka mengatakan sesuatu yang terkesan 'dingin' tetapi mereka melakukan itu untuk menunjukkan kepedulian yang sangat besar bagi Anda. Lebih baik sahabat sendiri yang mengatakan ada cabai di gigi Anda ketimbang Anda keliling kota dengan cabai terselip di antara gigi tanpa sadar. Iya bukan?
Sahabat Sejati...
Mengantar Anda Menggapai Impian
Sekalipun mereka mengatakan hal-hal kebenaran tentang Anda, mereka tidak akan menghakimi atau mengkritik Anda. Mereka adalah pemberi saran terbaik, sekaligus rekan paling gila yang bisa membuat Anda tidak sungkan mengatakan apa sebenarnya impian Anda, apa yang sebenarnya yang Anda cari dalam hidup Anda (seringkali hal ini bahkan tidak diketahui orang tua Anda sendiri).
Bersama mereka, Anda bisa mendapat motivasi dan dorongan yang kuat untuk menggapai impian Anda. Anda juga demikian, menjadi penopang impian sahabat Anda. Saling mendukung, saling percaya dan saling mengingatkan, tanpa sikap menghakimi. Mereka bisa menjadi kotak untuk menampung impian Anda, sekaligus tempat mencurahkan air mata saat impian Anda tak tercapai dan melambung terlalu tinggi untuk diraih.
Sahabat Sejati...
Tidak Meminta Imbalan Apapun
Mungkin Anda pernah saling meminjam barang atau uang pada sahabat Anda, ini wajar. Tetapi di luar itu semua, seorang sahabat tidak mengharap apapun dari Anda. Tidak mengharap Anda akan memberikan sesuatu dalam bentuk materi atau keuntungan lain. Mereka hanya ingin berbagi bersama Anda dan saling menopang. Tidak ada imbalan yang akan mereka minta sebagai bentuk balas jasa.
Sekalipun Anda dalam kondisi susah, melarat, jatuh miskin dan tidak memiliki apapun, mereka akan ada di samping Anda, masih menjadi sahabat yang sama baiknya seperti pada saat Anda sukses dan bahagia. Mereka selalu membagi energi, pikiran, waktu, tenaga dan berbagai hal lain untuk Anda. Tidak mudah melakukan semua itu tanpa imbalan, mereka adalah harta yang harus Anda jaga.
Sahabat Sejati...
Tidak Akan Mengubah Anda
Mereka menerima apapun diri Anda, apapun pemikiran Anda dan mereka tidak akan meminta Anda untuk berubah menjadi orang lain. Mungkin mereka akan mengingatkan Anda bila terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat dan masih merokok, tetapi mereka melakukan itu untuk kebaikan Anda. Mereka mungkin mengingatkan Anda untuk tidak berteriak kurang ajar pada seorang supir taksi, tetapi sekali lagi, mereka melakukannya untuk kebaikan Anda.
Jika Anda tidak suka dengan pilihan film kesukaannya, mereka tidak akan memaksa Anda untuk menonton film tersebut. Jika Anda tidak suka rumah makan kesukaan mereka, mereka akan lebih memilih mengunjungi rumah makan itu seorang diri tanpa mengajak Anda, karena mereka tahu bahwa Anda tidak suka. Mereka menghormati Anda, keputusan Anda dan hal-hal yang tidak Anda suka. As simple as that.
Sahabat Sejati...
Mau Mendengarkan Anda
Banyak orang yang tampak mendengarkan Anda dan bersimpati, tetapi hanya itu saja, kemudian mereka berlalu. Tetapi seorang sahabat tidak melakukannya, mereka mendengar apapun yang Anda katakan, bahkan bila membutuhkan waktu berjam-jam. Saat Anda mencurahkan hati dan pemikiran Anda, mereka benar-benar mendengarkan Anda. Melihat mimik wajah Anda, menggali apa yang sedang Anda rasakan dan mereka selalu tahu saat Anda berbohong.
Sangat sedikit orang yang mau mendengarkan Anda hingga mendalam, ini bukan pekerjaan mudah. Karena lebih banyak orang yang akan menghakimi dan mengkritik Anda, itu lebih mudah daripada mendengarkan. Sahabat Anda akan selalu mendengarkan Anda tanpa kritik. Karena itu, Anda lebih membutuhkan satu orang sahabat sejati yang mau mendengarkan Anda dibandingkan hanya bersenang-senang dan terlihat cool dengan beberapa orang, tetapi sebenarnya Anda kesepian.
Tidak ada seorang pun manusia yang tidak pernah menangis. Setiap manusia, siapapun dan sehebat apapun dia, pasti pernah menangis. Kepastian bahwa setiap manusia pernah menangis adalah sama dan setingkat dengan kepastian bahwa setiap manusia bakal dijemput sang maut.
Bagi manusia, menangis adalah hal yang lumrah. Seorang bayi yang merasa haus atau lapar biasanya “memberitahukan” ibunya dengan menangis. Anak kecil yang keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya, umumnya melakukan “protes” dengan menangis. Demikian pula dengan para remaja yang putus cinta, seringkali menumpahkan kesedihannya lewat tangis. Bahkan orang-orang dewasa atau orang tua kadang-kadang menangis ketika menghadapi perasaan-perasaan atau situasi-situasi tertentu yang dialaminya.
Karena menangis adalah hal yang lumrah dan bisa dilakukan oleh siapa saja mulai dari bayi sampai nenek-nenek dan kakek-kakek, maka kita menganggap menangis adalah hal yang biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Padahal kalau kita cermati, sesungguhnya menangis adalah sesuatu yang unik. Benar-benar unik.
Pertama,
menangis adalah “aktivitas” yang pertama kali dilakukan oleh setiap manusia. Ketika seorang anak manusia lahir ke dunia –jauh sebelum mampu melakukan aktivitas yang lainnya hatta bernapas sekalipun– ia akan menangis terlebih dahulu. Konon apabila seorang bayi yang baru lahir, setelah diupayakan sedemikian rupa, tetapi tetap tidak menangis, maka dapat dipastikan si bayi tersebut hanya sekedar “nongol” di dunia yang fana ini untuk selanjutnya ia akan melanjutkan perjalanannya menuju alam kubur.
Kedua,
menangis sering menjadi ungkapan perasaan yang berbeda bahkan saling bertentangan. Ketika kita dilanda kesedihan yang luar biasa, sering kita menumpahkannya melalui tangisan. Tak peduli apakah kita laki-laki atau perempuan. Karena memang kesedihan hinggap tak pernah memilih jenis kelamin. Tapi sebaliknya, disaat kita mengalami kebahagiaan pun menangis sering menjadi ekspresinya. Toh dalam kosakata yang kita miliki sering kita dengar istilah “tangis kebahagiaan”. Itu artinya tangis bisa kita gunakan sebagai ungkapan perasaan kebahagian.
Ketiga,
menangis sering menjadi “obat penawar” bagi kita. Tidak jarang pada saat kita menghadapi beban kehidupan yang terasa amat berat dan dada terasa sesak, maka dengan menangis beban itu terasa agak ringan dan dada pun sedikit terasa lapang. Padahal jalan keluar untuk mengatasi beban kehidupan yang menghimpit kita itu belumlah ditemukan.
Itulah beberapa keunikan tangis. Tangis adalah sesuatu yang biasa tapi unik. Tangis adalah suara hati dan jiwa manusia ketika berhadapan dengan situasi diri dan lingkungan tertentu. Tangis memiliki kekuatan dahsyat karena mampu menembus jantung dan batin manusia. Bahkan tangis juga mampu menembus arasy dan menghubungkannya dengan Tuhan. Tentu semua itu adalah tangis yang jujur dan bukan tangis pura-pura.
Saya tidak hendak menganjurkan Anda untuk menangis. Tapi janganlah malu dan ragu untuk menangis jikalau hal itu bermanfaat untuk Anda. Berbahagialah orang yang masih bisa menangis karena hal itu berarti Anda masih punya kesempatan untuk menembusarasy dan menghubungi-Nya melalui tangisan . Toh suatu saat Anda pasti tidak mampu lagi menangis, bahkan mungkin Anda akan menjadi obyek yang ditangisi terutama oleh orang-orang yang mencintai dan merasa kehilangan Anda.