Keunikan Tangis
Tidak ada seorang pun manusia yang tidak pernah menangis. Setiap manusia, siapapun dan sehebat apapun dia, pasti pernah menangis. Kepastian bahwa setiap manusia pernah menangis adalah sama dan setingkat dengan kepastian bahwa setiap manusia bakal dijemput sang maut.
Bagi manusia, menangis adalah hal yang lumrah. Seorang bayi yang merasa haus atau lapar biasanya “memberitahukan” ibunya dengan menangis. Anak kecil yang keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya, umumnya melakukan “protes” dengan menangis. Demikian pula dengan para remaja yang putus cinta, seringkali menumpahkan kesedihannya lewat tangis. Bahkan orang-orang dewasa atau orang tua kadang-kadang menangis ketika menghadapi perasaan-perasaan atau situasi-situasi tertentu yang dialaminya.
Karena menangis adalah hal yang lumrah dan bisa dilakukan oleh siapa saja mulai dari bayi sampai nenek-nenek dan kakek-kakek, maka kita menganggap menangis adalah hal yang biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Padahal kalau kita cermati, sesungguhnya menangis adalah sesuatu yang unik. Benar-benar unik.
Pertama,
menangis adalah “aktivitas” yang pertama kali dilakukan oleh setiap manusia. Ketika seorang anak manusia lahir ke dunia –jauh sebelum mampu melakukan aktivitas yang lainnya hatta bernapas sekalipun– ia akan menangis terlebih dahulu. Konon apabila seorang bayi yang baru lahir, setelah diupayakan sedemikian rupa, tetapi tetap tidak menangis, maka dapat dipastikan si bayi tersebut hanya sekedar “nongol” di dunia yang fana ini untuk selanjutnya ia akan melanjutkan perjalanannya menuju alam kubur.
Kedua,
menangis sering menjadi ungkapan perasaan yang berbeda bahkan saling bertentangan. Ketika kita dilanda kesedihan yang luar biasa, sering kita menumpahkannya melalui tangisan. Tak peduli apakah kita laki-laki atau perempuan. Karena memang kesedihan hinggap tak pernah memilih jenis kelamin. Tapi sebaliknya, disaat kita mengalami kebahagiaan pun menangis sering menjadi ekspresinya. Toh dalam kosakata yang kita miliki sering kita dengar istilah “tangis kebahagiaan”. Itu artinya tangis bisa kita gunakan sebagai ungkapan perasaan kebahagian.
Ketiga,
menangis sering menjadi “obat penawar” bagi kita. Tidak jarang pada saat kita menghadapi beban kehidupan yang terasa amat berat dan dada terasa sesak, maka dengan menangis beban itu terasa agak ringan dan dada pun sedikit terasa lapang. Padahal jalan keluar untuk mengatasi beban kehidupan yang menghimpit kita itu belumlah ditemukan.
Itulah beberapa keunikan tangis. Tangis adalah sesuatu yang biasa tapi unik. Tangis adalah suara hati dan jiwa manusia ketika berhadapan dengan situasi diri dan lingkungan tertentu. Tangis memiliki kekuatan dahsyat karena mampu menembus jantung dan batin manusia. Bahkan tangis juga mampu menembus arasy dan menghubungkannya dengan Tuhan. Tentu semua itu adalah tangis yang jujur dan bukan tangis pura-pura.
Saya tidak hendak menganjurkan Anda untuk menangis. Tapi janganlah malu dan ragu untuk menangis jikalau hal itu bermanfaat untuk Anda. Berbahagialah orang yang masih bisa menangis karena hal itu berarti Anda masih punya kesempatan untuk menembusarasy dan menghubungi-Nya melalui tangisan . Toh suatu saat Anda pasti tidak mampu lagi menangis, bahkan mungkin Anda akan menjadi obyek yang ditangisi terutama oleh orang-orang yang mencintai dan merasa kehilangan Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar